Paling tidak ada tiga persoalan besar mengenai guru kita.
- Pertama, distribusi penempatan guru tidak merata. Di satu tempat kelebihan, di tempat lain serba kekurangan. Kekurangan guru juga terjadi di kota dan di desa yang dekat kota. Ini harus dibereskan.
- Kedua, kualitas guru yang
juga tidak merata.
Kita harus mencurahkan perhatian total untuk meningkatkan kualitas guru. Mudahkan dan berikan akses bagi guru untuk mengembangkan potensi diri dan kemampuan mengajar. Bukan sekadar mendapatkan gelar pascasarjana, melainkan soal guru makin matang dan terbuka luas cakrawalanya. - kesejahteraan guru tak memadai.
Dengan sertifikasi guru telah terjadi perbaikan kesejahteraan, tetapi ada konsekuensi administratif yang sering justru merepotkan guru dan perlu dikaji ulang. Selain soal guru honorer, guru bantu yang masih sering diperlakuan secara tak honored (terhormat). Semua guru harus dijamin kesejahteraannya.
Melihat kondisi sebagian besar guru hari ini, kita seharusnya malu. Kita
titipkan masa depan anak-anak kepada guru, tetapi kita tak hendak
peduli nasib guru-guru itu. Nasib anak-anak kita serahkan kepada guru,
tetapi nasib guru amat jarang menjadi perhatian kita, terutama kaum
terdidik, yang sudah merasakan manfaat keterdidikan. Bangsa Indonesia
harus berubah. Negara dan bangsa ini harus menjamin nasib guru.

0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda untuk artikel ini, Segala komentar yang tidak berkaitan dengan topik diatas dan memasang link aktif, akan secara otomatis akan terhapus setelah 24 jam,
Pastikan anda untuk memberikan komentar yang positif agar komentar anda dapat tampil dihalaman ini,